[fanfiction] Jira, The Sun, and The Moon (The Genesis) – phase 1

Di sebuah kerajaan yang dikenal dengan nama Kerajaan Matahari lahirlah seorang bayi perempuan bernama Jira. Para tetua telah meramalkan kelahiran sang putri yang nantinya akan memimpin dan melindungi kerajaan. Dan mereka yakin Jira-lah anak yang ada dalam ramalan itu. Terbukti dari simbol matahari di pergelangan tangan kirinya.

Anak dari raja dan permaisuri tersebut dididik dengan disiplin dan keras, menyebabkan putri Jira tumbuh menjadi gadis yang juga disiplin dan keras kepala, namun memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Walau begitu, tak sedikit orang yang takut akan sikap Jira yang dingin.

Di umurnya yang ke-21, dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki, Jira membantu ketua tertinggi dari kelima jendral membuat strategi perang untuk melawan Kerajaan Naga Hitam.

Suatu hari sang raja jatuh sakit. Jira akhirnya menggantikan ayahnya berperang bersama dengan para jendral. Walapun permaisuri melarang Jira, namun sang putri sangat keras kepala. Jira yakin dengan kekuatan yang dimilikinya dia akan sanggup bertahan.

Diakhir peperangan, ketua jendral mengalami luka parah bahkan nyawanya terancam. Jira yang mengetahui hal itu, melakukan sesuatu untuk menyelamatkan sang jendral yang ternyata adalah kekasih Jira. Cintanya yang sangat dalam membuatnya berkorban untuk menyelamatkan nyawa jendral. Jira mengeluarkan mutiara putih dari dalam mulutnya dan memberikannya pada sang jendral. Dengan tidak adanya mutiara tersebut pada diri Jira, menyebabkan kemampuannya menyembuhkan diri dengan cepat hilang. Sebaliknya, sang jendral sembuh dari luka-lukanya.

Dalam perjalanan pulang, tanpa mereka sadari, dari jauh seorang musuh sedang mengarahkan panah beracun kearah sang putri. Dan ketika anak panah terlepas, dengan kencangnya melaju membelah udara dan akhirnya…

ZLEBB..

Sebuah anak panah menembus jantung putri. Para prajurit disekeliling putri terkejut dan mulai ketakutan melihat sang putri terjatuh lemas dari kuda putihnya.

Awal dari keruntuhan Kerajaan Mataharipun dimulai…

1990, Seoul

“bagaimana keadaan istri saya, dok? Bayinya?” tanya seorang pria harap harap cemas.

“istri anda baik-baik saja. Begitu juga bayinya. Selamat!” kata dokter tersenyum. “bayi anda perempuan”

“ah syukurlah” ucapnya dengan nada penuh dengan kelegaan bercampur bahagia.

“yeobo” panggil seorang wanita yang terbaring lemas pada pria yang baru saja masuk.

“chagi, kau baik-baik saja?” tanya pria itu memastikan.

“ya. Begitu juga dengan bayi kita” ucapnya sambil memandang bayi mungil disampingnya.

“ooh, lihat dia, sangat mirip denganku” kata pria itu bangga dengan senyum mengembang.

Istrinya tertawa lemas mendengarkan suaminya itu. “lalu akan kita beri nama apa anak kita?”

“Taeyoon. Kim Taeyoon”

17 tahun kemudian

*Neul Paran High School*

Di salah satu ruang kelas, seorang wanita sedang berkutat dengan pensil dan selembar kertas di depannya. Sampai seseorang mendekatinya dan memegang pundaknya.

Wanita dengan pensil dan kertas itu sedikit tersentak dan berbalik dengan perlahan, menatap seseorang di belakangnya. “ ya! Park Haena! Kau tidak lihat aku sedang apa?”

“hmm, menggambar?”

“dan kau mengagetkanku” ucap wanita itu sedikit kesal.

“ehehe..kau serius sekali sih” jawab Haena polos. “gambar siapa lagi ini?” tanya Haena menunjuk secarik kertas di atas meja.

“molla. Aku hanya melihatnya dimimpiku” jawabnya sambil menatap lurus gambar tersebut.

“wah, wah, Taeyoon, imajinasimu sungguh luar biasa! Lihat ini, baju yang dipakainya sangat indah! Seperti seorang putri…” ucap Haena dengan mata berbinar. “tapi, kenapa matanya terlihat sedih?”

Taeyoon mengangkat bahu. “dia memang terlihat seperti itu”

“oh ya, hampir lupa” ujar Haena yang kemudian tersenyum. “aku belum mengerjakan PR. Aku lihat punyamu ya…” bujuk Haena.

Taeyoon meraih tasnya dan mengeluarkan sebuah buku. “nih” ucapnya seraya melemparkan buku berwarna putih.

“gomawo. Hehe..” kata Haena nyengir dan langsung mengcopy paste PR buatan sahabatnya itu.

“sebaiknya kau cepat menyalinnya. Kau hanya punya 5 menit” ucap Taeyoon seraya memalingkan wajahnya ke arah jendela. Dia memandangi langit biru, warna kesukaannya, dan sesekali memeriksa keadaan sahabat di sampingnya.

“cepatlah. Waktumu hanya tersisa 1 menit”

“ya! Jangan membuatku gugup!” tanggap Haena mendengar ledekan Taeyoon yang membuat kecepatan menulisnya bertambah.

Taeyoon yang mendengarnya hanya terkekeh sambil melirik temannya yang kelabakan dan kembali menatap langit.

===

“kau yakin dia orangnya?” tanya seorang pria dengan pedang ditangan kanannya.

“saya yakin, tuan. Wajahnya benar-benar mirip, dan lagi simbol di tangannya itu.. tidak salah lagi, dia adalah orang yang kita cari” ucap seorang wanita berjubah sambil melihat cermin yang memantulkan bayangan seorang gadis.

Pria itu kembali menatap cermin dan kemudian tersenyum. “putri Jira…”

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s